Jan 142014
 

Struktur Bagian Candi – Fatih iO. Struktur bangunan candi mempunyai bagian – bagian antara lain terdiri dari kaki candi, tubuh dan atap candi. Semua bagian candi tersebut terkandung simbol-simbol yang tentunya mengandung arti. Berikut ulasannya untuk hal tersebut.

Bagian - Bagian Candi

Bagian – Bagian Candi

Atap Candi
Bagian atap candi merupakan bagian atas candi yang menjadi simbol dunia atas atau swarloka. Pada konsep Buddha disebut arupadhatu. Bagian candi ini menggambarkan ranah surgawi tempat para dewa dan jiwa yang telah mencapai kesempurnaan bersemayam. Atap candi terdiri dari tiga tingkatan yang semakin atas semakin kecil ukurannya. Sedangkan atap langgam Jawa Timur terdiri atas banyak tingkatan yang membentuk kurva limas yang menimbulkan efek ilusi perspektif yang mengesankan bangunan terlihat lebih tinggi. Pada puncak atap dimahkotai stupa, ratna, wajra, atau lingga semu. Pada candi-candi langgam Jawa Timur, kemuncak atau mastakanya berbentuk kubus atau silinder dagoba. Pada bagian sudut dan tengah atap biasanya dihiasi ornamen antefiks, yaitu ornamen dengan tiga bagian runcing penghias sudut. Kebanyakan dinding bagian atap dibiarkan polos, akan tetapi pada candi-candi besar, atap candi ada yang dihiasi berbagai ukiran, seperti relung berisi kepala dewa-dewa, relief dewa atau bodhisatwa, pola hias berbentuk permata atau kala, atau sulur-sulur untaian roncean bunga.

Tubuh Candi
Bagian candi ini merupakan bagian tengah candi yang berbentuk kubus yang dianggap sebagai dunia antara atau bhuwarloka. Pada konsep Buddha disebut rupadhatu. Bagian candi ini menggambarkan dunia tempat manusia suci yang berupaya mencapai pencerahan dan kesempurnaan batiniah. Pada bagian depan terdapat gawang pintu menuju ruangan dalam candi. Gawang pintu candi ini biasanya dihiasi ukiran kepala kala tepat di atas-tengah pintu dan diapit pola makara di kiri dan kanan pintu. Tubuh candi terdiri dari garbagriha, yaitu sebuah bilik (kamar) yang ditengahnya berisi arca utama, misalnya arca dewa-dewi, bodhisatwa, atau Buddha yang dipuja di candi itu. Di bagian luar dinding di ketiga penjuru lainnya biasanya diberi relung-relung yang berukir relief atau diisi arca. Pada candi besar, relung keliling ini diperluas menjadi ruangan tersendiri selain ruangan utama di tengah. Terdapat jalan selasar keliling untuk menghubungkan ruang-ruang ini sekaligus untuk melakukan ritual yang disebut pradakshina. Pada lorong keliling ini dipasangi pagar langkan, dan pada galeri dinding tubuh candi maupun dinding pagar langkan biasanya dihiasi relief, baik yang bersifat naratif (berkisah) atau pun dekoratif (hiasan).

Kaki Candi
Bagian candi ini merupakan bagian bawah candi. Bagian ini melambangkan dunia bawah atau bhurloka. Pada konsep Buddha disebut kamadhatu. Bagian candi ini menggambarkan dunia hewan, alam makhluk halus seperti iblis, raksasa dan asura, serta tempat manusia biasa yang masih terikat nafsu rendah. Bentuknya berupa bujur sangkar yang dilengkapi dengan jenjang pada salah satu sisinya. Bagian dasar candi ini sekaligus membentuk denahnya, dapat berbentuk persegi empat atau bujur sangkar. Tangga masuk candi terletak pada bagian ini, pada candi kecil tangga masuk hanya terdapat pada bagian depan, pada candi besar tangga masuk terdapat di empat penjuru mata angin. Biasanya pada kiri-kanan tangga masuk dihiasi ukiran makara. Pada dinding kaki candi biasanya dihiasi relief flora dan fauna berupa sulur-sulur tumbuhan, atau pada candi tertentu dihiasi figur penjaga seperti dwarapala. Pada bagian tengah alas candi, tepat di bawah ruang utama biasanya terdapat sumur yang didasarnya terdapat pripih (peti batu). Sumur ini biasanya diisi sisa hewan kurban yang dikremasi, lalu diatasnya diletakkan pripih. Di dalam pripih ini biasanya terdapat abu jenazah raja serta relik benda-benda suci seperti lembaran emas bertuliskan mantra, kepingan uang kuno, permata, kaca, potongan emas, lembaran perak, dan cangkang kerang.

Artikel Lainnya:

Kegunaan & Fungsi Candi
Macam & Jenis Candi
Definisi & Pengertian Arkeologi
Pengertian & Definisi Sejarah Secara Etimologi
Definisi & Pengertian Aktiva Tetap
Definisi & Pengertian Penyusutan/ Depresiasi
Jenis Manusia Purba di Indonesia
Definisi & Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Demikian Artikel Bagian – Bagian Bangunan Candi di blog fatih io, semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya di halaman ini.


       
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
Kata Terkait :

bagian bagian candi.

bagian-bagian candi.

swarloka.

swarloka melambangkan dunia.

bagian candi.

struktur bangunan candi.

Bagian candi yang melambangkan tempat penyucian.

bagian badan candi yang melambangkan tempat pembersihan.

Bagian badan candi yang melambangkan tempat pembersihan atau tempat penyucian disebut sebagai.

bagian bagian candi hindu.

struktur candi.

bangunan pada candi.

bagian bangunan candi.

bagian bagian dari candi.

bagian-bagian yang ada di dalam bangunan candi.

bagian2 candi.

pengertian Swarloka.

bagian-bagian candi dan artinya.

arti bagian - bagian candi.

bagian-bagian dari candi.

Arti swarloka.

struktur bagian candi hindu budha.

bangunan pada candi adalah ?.

candi hindu bagian kepala merupakan simbol dunia atas yang disebut.

bagian2 badan candi.

istilah kaki candi.

istilah bangunan pada candi.

Bagisan-bagian candi.

bagian2 yang ada pada candi.

istilah bagunan diatas candi.

Candi struktur adalah.

Bangunan atas candi?.

istilah tingkatan candi hindu.

kepala candi yang merupakan bagian atap candi biasanya disebut.

tiga bagian candi dan pengertiannya.

Tempat penyucian badan candi disebut apa.

yg dimaksdu swarloka.

swarloka melambangkan.

swarloka bagian dari candi sebagai.

swarloka adalah.

suarloka.

sttuktut bangunan candi.

struktur tingkatan candi hindu.

struktur candi di indonesia.

struktur bagian canndi hindu budha.

Pada bangunan candi hindu swarloka berarti?.

Nama kaki candi adalah.

nama bangunan di puncak candi.

nama bagian-bagian dari candi.

manfaat ornament pada bagian candi.

kepala candi yg merupakan bagian atap disebut.

yang dimaksud bagian kaki candi disebut.

bagian-bagian yg ada dalam bangunan candi.

Bagian badan candi yang melambangkan tempat pembersihan atau tempat penyucian disebut ?.

bagian badan candi yang melambangkan tempat pembersihan atau tempat penyucian di sebut sebagai.

Bagian badan candi yang melambangkan tempat pembersihan atau tempat penyucian di sebut.

bagian badan candi yang melambangkan tempat pembersihan atau tempat pencucian di sebut.

Bagian badan candi yang melambangkan tempat pembersihan atau penyucian disebut.

bagian badan candi yang melambangkan tempat pembersian atau tempat penyucian di sebut sebagai.

Bagian badan candi yang melambangkan tampat pembersihan atau tempat penyucian disebut.

bagian badan candi yang melambangjan tempat pembersihan atau tempat penyucian disebut sebagai.

Bagian badan candi budha melambangkan.

bagian badan canddi yang melambangkan tempat pembersih atau penyucian.

Bagian baan candi yang melambangkan tempat pembersihan atau penyucian di sebut sebagai.

bagian atas candi.

Atap candi.

arti umlah sudut pada candi.

arti relung candi.

arti jumlah sudut pada candi.

Apa nama bangunan di atas candi.

bagian badan candi yang tepat penyucian disebut.

bagian bagian bangunan candi.

bagian-bagian dalam sebuah bangunan candi.

bagian-bagian dalam sebuah bagunan candi.

bagian-bagian candi dan pengertiannya.

bagian candai.

bagian dasar candi disebutq.

bagian dari candi.

bagian dan fungsi candi.

bagian candi yg melambangkan tempat pembersihan.

bagian candi yang melambangkan alam.

bagian candi tempat para dewa.

bagian candi hindu.

bagian bagian pada candi hindu.

bagian bagian di dalam candi.

bagian bagian dari bangunan candi.

bagian bagian cansi.

bagian bagian candy.

bagian bagian candi hindu dan pengertianya.

adalah bangunan pada candi.

 Leave a Reply


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Terimakasih Komentarnya di
Bagian - Bagian Candi

Definisi, Pengertian Sejarah Menurut Sartono Kartodirdjo